ANTARA MEGA,AMELIA,MEUTIA,&TUTUT



ADA sebuah fenomena menarik menjelang perhelatan akbar lima tahunan yakni pemilihan presiden (Pilpres) 2009 nanti. Tahapan Pemilu memang belum dimulai. Namun sedikitnya sudah santer muncul ke permukaan 4 wanita yang besar kemungkinan akan saling bersaing dalam proses Pilpres nanti.
Dan lebih “hebat” lagi, keempatnya adalah merupakan pewaris para tokoh (negarawan) bangsa Indonesia. Mereka adalah Megawati — anak dari mantan Presiden Soekarno, Amelia Yani (putri pahlawan revolusi, Jend A Yani), Meutia Hatta (putri mantan Wakil Presiden M Hatta) serta Siti Hardiyati (Mbak Tutut) sebagai anak sulung mantan Presiden Soeharto.
Tentu menarik mencermati sepak terjang mereka menuju kursi PIlpres mendatang. Sebab dengan plus-minus yang melekat pada diri mereka, namun keempat srikandi itu tetap sama-sama memiliki modal kuat yakni pesona, kharisma serta nama besar dari sang ayah mereka.
Meski sesungguhnya hal itu wajar dalam percaturan politik. Sebab di beberapa negara banyak presiden atau tokoh dari suatu negara yang “melanggengkan” tampuk kekuasannya dengan meneruskan estafet kepemimpinanya pada anggota keluarga. Kalaupun bukan anak, bisa sang istri, ataupun kerabat yang lain.
Sebut saja di AS muncul dinasti Kennedy, Clinton, Bush. Di Kuba muncul dinasti penerus Castro, di Filipina ada Macapagal, di Pakistan muncul dinasti Butho serta di India adalah warisan penerus dinasti Gandhi dan Nehru.
Maka jika muncul empat wanita — Mega, Amelia, Meutia dan Tutut — sesungguhnya juga tak jauh beda dengan nama-nama kesohor di atas. Bahkan Megawati tampaknya juga sudah mulai mempersiapkan salah satu putrinya yakni Puan Maharani untuk terjun di gelanggang politik.
Lalu bagaimana sesungguhnya “kekuatan” sekaligus peluang dari anak-anak tokoh sekaligus negarawan Indonesia di atas?. Inilah sebenarnya sebuah hal yang menarik untuk dicermati. Meski Pilpres masih jauh, namun manuver dan ancang-ancang tentunya telah mereka — 4 waita itu — lakukan.
Megawati. Siapa yang tak kenal nama satu ini. Militansi dari para kader PDIP selama ini memang tak diragukan lagi. Sehingga pagi-pagi nama Megawati sepertinya sudah “harga mati” untuk dicalonkan sebagai capres dari partai ini. Meski dia tak “penuh” saat menjabat presiden dan harus tumbang saat bersaing melawan SBY dalam Pilpres berikutnya, toh Megawati tetap memiliki peluang besar untuk merebut kembali posisi RI 1.
Amelia Yani. Nama besar sang ayah sebagai pahlawan revolusi tak bisa dianggap sebelah mata. Meski sebagai “pemain baru” di kancah politik dengan menempati posisi Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), namun pesona dan kharisma sang ayah bisa jadi modal kuat. Apalagi Amelia yang relatif belum “terkontaminasi” dalam pergulatan politik nasional. Amelia pun memiliki background pendidikan dan karier yang brilian, baik di dalam maupun di luar negeri.
Lalu bagaimana dengan Muetia Hatta?. Ia kini resmi memimpin Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Lagi-lagi pesona M Hatta sebagai negarawan yang lurus, bersih dan berwibawa pastilah akan mampu mendongkrak popularitas Meutia. Dengan posisi sebagai menteri saat ini tentu Meutia juga memiliki peluang besar untuk terus “menebar pesona” ke berbagai pelosok tanah air. Ini pun menjadi “senjata” lain dari Meutia.
Sementara itu Mbak Tutut pun tak bisa dianggap sebelah mata. Buktinya pagi-pagi Partai Golkar sudah mulai “mengincar” Mbak Tutut untuk masuk ke Golkar. Tak hanya naman besar Soeharto, namun tentu dari sisi finansial, Tutut tentu saja tak diragukan lagi. Juga ikatan emosi rakyat Indonesia pada sosok Soeharto bukan tak mungkin akan diarahkan pada Mbak Tutut, jika benar Mbak Tutut maju dalam Pilpres nanti.
Hitungan-hitungan di atas memang masih begitu sederhana dan dangkal. Namun bagaimanapun munculnya 4 wanita dalam perpolitikan nasional menjelang Pilpres 2009 nanti tetap menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Sebuah fenomena menarik.
Akankah satu diantaranya akan tampil sebagai RI 1?, ataukah malah 2 diantaranya akan berbagi menempati posisi RI 1 dan RI 2, ataukah malah keempat-empatnya harus mengubur impian mereka untuk meneruskan kharisma dan pesona sang ayah mereka?.
Tentu waktulah yang akan menentukan kelak
Januari 24, 2009 pada 11:16 am
Saya adlah salah satu pengurus dan simpatisan PPRN,yang mana saya sangat berharap kesuksesan berpihak kepada partai PPRN dalam ajang pesta demokrasi nanti.
Kalau boleh menyarankan kepada ibu Amelia Yani,tolong dipublikasikan dong siapa Ibu sebenarnya di media Electronik maupun media masa,karena sangat banyak Masyarakat Indonesia yang belum mengenal Wajah maupun sepak terjangnya di dunia perpolitikan Indonesia tercinta ini.
Dwmikianlah saran dan komentar saya untuk Ibu Amelia Yani yang tercinta.
Terimakasih.